“Kerusakan hutan lebih banyak terjadi karena adanya mis-manajemen pada saat pengelolaan lahan untuk pembangunan dan bisnis kayu secara besar-besaran. Oleh karena itu, sawit tidak sepenuhnya sebagai penyebab deforestasi. Sebagian besar kebun sawit menempati hutan yang sudah rusak dan lahan pertanian” ungkap Prof Supiandi Sabiham, Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB.

Hal senada juga disampaikan oleh  Prof. Dr. Yanto Santosa selaku Pembina Pusat Kajian Advokasi dan Konservasi Alam yang juga dosen di Fakultas Kehutanan IPB dalam Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema “Sawit dan Deforestasi Hutan Tropika” di IPB International Convention Center (IPB ICC) (12/4).Dr. Ir. Willistra Danny, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian RI

“Sejak tahun 2006, berbagai LSM banyak menuding bahwa sawit adalah penyebab deforestasi dan menurunkan keanekaragaman hayati. Namun masalahnya, deforestasi yang mana? deforestasi itu merupakan alih fungsi atau perubahan fungsi dari kawasan hutan menjadi peruntukan non hutan. Akan tetapi, dari hasil survei ke lapangan, saya berani memastikan bahwa sawit bukan merupakan penyebab deforestasi di Indonesia. Lahan perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia tidak berasal dari kawasan hutan,” ujarnya.

Dalam FGD tersebut juga turut hadir Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian RI, Dr. Ir. Willistra Danny yang menyampaikan bahwa kelapa sawit Indonesia akan terus berkembang pesat dan menjadi salah satu komoditi yang strategis dalam menunjang perekonomian nasional. Keberadaan industri perkebunan kelapa sawit yang disertai dengan berbagai produk turunannya, haruslah diakui masih menjadi unggulan utama produk komoditas Indonesia.

FGD yang juga dihadiri oleh berbagai pihak sebagai narasumber seperti Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Ir. Rinekso Soekmadi, MSc, dosen dari Departemen Manajemen Hutan, Dr. Ir. Sudarsono Soedomo, MS, dosen dari Departemen Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Dr. Ir. Arzyana Sunkar, M.Sc, peneliti dari Forestry Research and Development Agency (FORDA), Rozza Tri Kwatrina, S.Si, M.Si, dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Approved The High Conservation Value (HCV) Assessor menyepakati bersama bahwa perlu segera disusun suatu naskah akademik sebagai dasar pertimbangan usulan tanaman sawit menjadi salah satu tanaman kehutanan.

 *Yon*