Kelubi (Eleiodoxa conferta) atau biasa disebut asam kelubi, merupakan sejenis salak hutan yang tergolong dalam keluarga palma. Buahnya berdiameter 3-5 cm yang biasanya muncul berkelompok dalam satu tandan. Satu tandan besar biasanya akan berisi 300 bahkan sampai 400 buah kelubi. Setiap tandan besar tersusun dari tandan-tandan kecil yang berisi sekitar 25-40 buah. Tumbuhan ini banyak ditemukan hidup secara liar di sekitar kawasan hutan Pulau Bangka. Biasanya akan tumbuh disekitar mata air dan rawa-rawa yang menjadi tempat favoritnya. Ia sangat menyukai tumbuh di daerah yang memiliki kadar air tinggi. Beberapa tumbuhan lain seperti nipah dan pandan biasanya akan hidup berdampingan dengan tumbuhan ini. Pohonnya menyerupai pohon nipah akan tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil.

Tumbuhan yang termasuk ke dalam keluarga Arecacea ini awalnya dimasukkan ke dalam genus Salacca karena perawakannya yang benar-benar mirip dengan salak. Tetapi, setelah di kaji lebih dalam kemudian direvisi menjadi bagian dari genus Eleiodoxa. Hal ini tidak terlepas dari bunga kelubi yang berbeda halnya dengan salak. Serupa tapi tak sama, begitulah kira-kira gambaran yang cocok untuk menggambarkan antara buah kelubi dengan salak. Kadang kala, ia kerap kali tertukar satu dengan yang lain.

***Yon***